Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Kenapa Parenting di Media Sosial Terlihat Mudah? Ini Realita Sebenarnya

Infobunda.id - Pernah merasa jadi orang tua yang kurang sabar setelah melihat konten parenting di media sosial?

Di sana, semuanya terlihat tenang. Anak patuh, rumah rapi, dan orang tua selalu terlihat sabar.


Ilustrasi Parenting di Media Sosial. (pexels.com/Bastian Riccardi)

Sementara di kehidupan nyata, mengasuh anak sering kali penuh tantangan.

Lalu, kenapa parenting di media sosial terlihat begitu mudah?

Media Sosial Hanya Menampilkan Bagian Terbaik

Konten parenting di media sosial biasanya hanya menampilkan momen terbaik. Umumnya yang sering terlihat anak-anak bermain dengan tenang, momen kebersamaan yang hangat, aktivitas yang terlihat rapi dan tertata.

Sementara momen seperti anak tantrum atau orang tua kelelahan jarang ditampilkan.

Ada Proses yang Tidak Terlihat

Banyak konten parenting tidak sepenuhnya spontan. Sering kali ada beragam hal di balik layar yang sengaja disembunyikan. Misalnya pengambilan ulang video, proses editing, dan tentu saja pemilihan momen terbaik. Proses yang tak terlihat itu membuat semuanya terlihat lebih mudah dari kenyataan.

Perbandingan yang Tidak Seimbang

Kesempurnaan yang terlihat di media sosial tanpa disadari akan menimbulkan perbandingan. Orang tua akan membandingkan kehidupan nyata mereka dengan versi terbaik orang lain.

Hal inilah yang kemudian membuat parenting terasa lebih sulit dari yang seharusnya. Padahal setiap anak dan keluarga itu pasti berbeda, sehingga tidak semua metode parenting cocok untuk semua anak.

Belum lagi ada banyak sekali faktor yang memengaruhi proses parenting seperti karakter anak, kondisi keluarga, hingga dukungan lingkungan.

Jadi apa yang terlihat berhasil di media sosial belum tentu cocok untuk kamu. Sebab realitanya menunjukkan bahwa parenting di dunia yyata lebih kompleks. 

Mengasuh anak tidak selalu berjalan lancar karena ada banyak hal yang harus dihadapi. Mulai dari anak rewel atau sulit diatur, rasa lelah dan emosi orang tua, bahkan keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga juga menjadi hal yang sangat berpengaruh pada proses pengasuhan.

Dan fakta menariknya adalah bahwa semua itu tadi adalah bagian normal dari parenting.

Cara Menyikapi Konten Parenting di Media Sosial

Agar tidak terjebak dalam ekspektasi yang tidak realistis orang tua perlu menegaskan pada dirinya sendiri bahwa konten yang dilihat tidak serta merta dijadikan patokan. Tetapi cukup untuk dijadikan inspirasi sehingga perbandingan diri dan keluarga dapat dihindari.

Orang tua juga perlu fokus pada kebutuhan anak dan keluarga sendiri daripada sibuk melihat jendela rumah orang lain yang mungkin terlihat sempurna. 

Parenting di media sosial terlihat mudah karena hanya menampilkan bagian terbaik dan tidak menunjukkan seluruh prosesnya.

Realitanya parenting adalah proses yang dinamis dan penuh tantangan. Sebab yang terpenting bukan terlihat sempurna, tetapi terus belajar dan hadir untuk anak.


FAQ

Kenapa parenting di media sosial terlihat sempurna?

Karena hanya menampilkan momen terbaik dan sudah melalui proses editing.

Apakah wajar merasa tidak sebaik orang tua di media sosial?

Sangat wajar, karena setiap keluarga memiliki kondisi yang berbeda.

Apakah semua metode parenting cocok untuk semua anak?

Tidak, setiap anak memiliki karakter yang berbeda.